Dengan membaca judul di atas sepertinya pembaca sudah tahu apa topik pembicaraan kita kali ini. Tak lain dan tak bukan adalah menyangkut olahraga, atau lebih terkhususkan pada sepakbola. Dan kali ini, saya ingin membahas sedikit tentang tim kebanggan urang Samarinda yaitu Persisam Putra Samarinda.
1. Kuatkan Pertahanan
Setelah mengamati jalannya pertandingan antara Persisam Putra Samarinda kontra Persiram Raja Ampat malam minggu (14/4) lalu, saya semakin yakin bahwa kelemahan pertama tim Persisam terdapat di sektor bagian belakang atau bek. Beberapa pertandingan lainnya juga selalu saya amati, kekalahan demi kekalahan, bahkan skor imbang selalu terjadi karena kurang tangguhnya barisan pertahanan tim Persisam Putra Samarinda. Dan inilah poin pertama yang saya akan bahas.
Jika kita melihat pada line up Persisam, barisan belakang selalu diisi oleh Supriyono, M. Roby, Luc Owana Zoa, dan Isdiyanto atau Arifki Eka. Nama-nama tersebut sudah tidak asing lagi di mata penonton kala Persisam berlaga. Lantas, apa yang salah dari mereka?
Ya, tentu saja masalah terdapat pada Luc Owana Zoa dan Isdiyanto. Sebenarnya Owana Zoa adalah salah satu bek tangguh yang dimiliki Persisam musim ini, tapi sayang Owana Zoa sering terlalu lama memainkan bola di daerah pertahanan sendiri. Bahkan dia kerapkali melakukan blunder yang mengakibatkan bola sering terlepas dari kakinya. Cukup sampai di situ? Tidak, Owana Zoa juga sering maju ke daerah pertahanan lawan ketika Persisam mendapat kesempatan mengeksekusi tendangan pojok atau corner kick. Tapi ketika bola tidak berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Persisam yang berada di sana dan lawan melakukan serangan balik, apa yang terjadi? Tentu kita tahu jawabannya, Roby akhirnya bekerja sendiri menghadang pasukan lawan yang coba menggempur daerah pertahanannya. Walaupun sebenarnya ada 1 atau 2 orang yang turut membantu menghentikan pergerakan musuh saat itu, mereka tetap tidak mampu.
Karena sebenarnya Roby membutuhkan tandem yang kuat untuk menghentikan pergerakan musuh. Jika musim lalu Persisam terlihat kuat menghadang pergerakan musuh, itu karena Roby menemukan sosok bek tangguh seperti Jacques Tsimi yang selalu setia menemani Roby di barisan pertahanan Persisam Putra Samarinda. Hal yang tidak disangka kala kedatangan Luc Owana Zoa yang diperkirakan akan mampu berduet bersama Roby untuk menjaga tembok pertahanan Persisam ternyata nihil!
Ya, saya pikir juga ini faktor komunikasi. Sama seperti apa yang pembaca pikirkan. Tapi mengapa Roby bisa menjaga pertahanan dengan baik ketika berduet bersama Tsimi musim lalu?
Isdiyanto yang sejatinya adalah seorang bek sayap juga tak jarang melakukan kesalahan-kesalahan yang berakibat fatal. Seringkali Isdiyanto salah melakukan passing yang akhirnya berujung pada ancaman ke gawang Persisam Putra Samarinda. Dan beberapa diantaranya terjadi gol!
2. Formasi Ideal
Tidak ada yang tidak mengakui bahwa Christian "El Locco" Gonzalez adalah striker haus gol dengan naluri pembunuh gawang lawan yang sangat hebat. Tak jarang Gonzalez selalu mengancam lawan dengan tendangan spektakulernya. Walaupun hanya beberapa saja yang berbuah gol. Jerry Karpeh, Yongki Aribowo, Johan Yoga, dan striker terbaru mereka Kim Dong Chan adalah striker-striker tajam yang dimiliki Persisam saat ini. Hanya saja absennya Ronald Fagundez menjadi momok tersendiri bagi Persisam karena tidak ada yang bisa memberikan umpan-umpan manja kepada punggawa-punggawa barisan depan Persisam yang sedang mengalami cidera lutut kala Persisam bertandang ke Papua melawan Persiram di akhir putaran pertama ISL lalu. Srdjan Lopicic yang digembar-gemborkan akan menyamai kemampuan Fagundez pun nyatanya sampai saat ini belum bisa memberikan kontribusi terbaik bagi Persisam. Beruntung Persisam masih memiliki Eka "Ebol" Ramdhani dan Fandy Mochtar yang mampu memberikan umpan-umpan bagus walau tidak sematang umpan dari Ronald Fagundez. Dan gelandang tengah setenang Fajar Legian sebenarnya cukup andal dalam hal perebutan bola, dia bermain tenang, fokus, dan lincah di lapangan.
Tapi saya yakin, coach Hendri Susilo hanya bingung saja ingin menempatkan mereka dalam line up. Sebatas pemikiran saya, dengan melihat komposisi pemain Persisam saat ini, akan lebih baik jika coach Hendri menerapkan formasi 4-3-3.
Begitulah sekiranya formasi ideal yang seharusnya diterapkan oleh coach Hendri bagi tim Pesut Mahakam.
Dengan formasi 4-3-3 ini saya yakin Persisam setidaknya bisa meraup kemenangan demi kemenangan dalam setiap laga yang dilakoni di putaran kedua ISL 2011/2012. Dengan catatan Owana Zoa tetap bertahan di barisan belakang bersama Roby untuk berjaga-jaga jikalau terjadi serangan balik dari lawan. Plus Diaz Angga yang berjaga di sektor lingkaran kick off untuk menahan pergerakan lawan. Juga kekuatan fisik Supriyono sangat dibutuhkan untuk segera kembali ke pertahanan ketika lawan melakukan serangan balik cepat.
3. Kuatkan Mental Bung!
Poin inilah yang seharusnya dimiliki oleh tim tangguh seperti Persisam. Juara sejati adalah ia yang mempunyai mental sekuat baja. Begitulah seharusnya slogan yang diterapkan pada anak-anak Pesut Mahakam agar mampu memenangkan laga demi laga. Seringkali dalam jalannya pertandingan saya mengamati saat Persisam dalam keadaan tertekan, anak-anak Persisam selalu saja meminta pelanggaran atau kesempatan mendapat hadiah free kick dari sang pengadil lapangan. Seolah tidak ada cara lain untuk menjebol pertahanan lawan dan menggetarkan jala lawan.
Sekalipun dalam keadaan menang atau unggul terlebih dahulu, anak-anak Persisam selalu lengah dalam menjalankan tugasnya. Sehingga tak jarang ketika kemenangan sudah di depan mata, anak-anak Persisam selalu kehilangan bola dan tampak tidak ada rasa greget dalam menjaga pertahanan sendiri. Inilah yang akhirnya menjadi pemicu terjadinya sebuah gol bagi lawan!
Tinggalkanlah kebiasaan buruk mengulur-ulur waktu, bermain-main di daerah pertahanan sendiri, dan jangan meremehkan lawan. Sekalipun masih memimpin skor sementara dalam sisa waktu yang ada dalam pertandingan, jangan biarkan musuh menginjak daerah pertahanan kita. Kita adalah tim kuat! Tunjukkan bahwa kita lebih kuat daripada tetangga! Tidak ada kata terlambat untuk meraih gelar juara! Bravo Persisamku! You're the best..
*Tak kenal lelah..
Pantang menyerah..
Majulah Persisamku..
Orange sejati..
Takkan berhenti..
Persisam sampai mati..
#pusamania94
*Tak kenal lelah..
Pantang menyerah..
Majulah Persisamku..
Orange sejati..
Takkan berhenti..
Persisam sampai mati..
#pusamania94
